Makna Kecerdasan

Makna Kecerdasan


Semoga dengan membaca ini tidak ada lagi perkataan : "anak dokter kok tdk pinter", "anak dosen kok tdk pintar", dll...


Nih bagus buat para orang tua dan guru untuk mengetahui kecerdasan anak-anak kita. Yg tenyata sangat ber-beda2, gak bisa di-banding2kan... Silakan dibaca:


MAKNA KECERDASAN.


Di papan tulis, saya menggambar sebatang pohon kelapa di tepi pantai, lalu sebutir kelapa yang jatuh dari tangkainya. 


Lalu saya bercerita, ada 4 anak yg mengamati fenomena alam jatuhnya buah kelapa di tepi pantai itu. 


® Anak ke 1 :  Dengan cekatan dia mengambil secarik kertas, membuat bidang segi tiga, menentukan sudut, mengira berat kelapa, dan dengan rumus matematikanya anak ini menjelaskan hasil perhitungan ketinggian pohon kelapa, dan energi potensial yang dihasilkan dari kelapa yang jatuh lengkap dengan persamaan matematika dan fisika. 

Lalu saya bertanya kepada siswa saya : "Apakah anak ini cerdas?"

dijawab serentak sekelas : "iya... Dia anak yang cerdas." Lalu saya lanjutkan cerita ...

 

® Anak ke 2 : Dengan gesit anak kedua ini datang memungut kelapa yang jatuh dan bergegas 

membawanya ke pasar, lalu menawarkan ke pedagang dan dia : "bersorak ... yesss ... laku Rp 5.000", Kembali saya bertanya ke anak-anak di kelas : "apakah anak ini cerdas?" Anak-anak menjawab : "iyaa ... Dia anak yg cerdas." 


Lalu saya lanjutkan cerita...


® Anak ke 3 :  Dengan cekatan, dia ambil kelapanya kemudian dia bawa keliling sambil menanyakan, pohon kelapa itu milik siapa? Ini kelapanya jatuh, mau saya kembalikan kepada yang punya pohon. Saya bertanya kepada anak-anak : "apakah anak ini cerdas?" anak-anak dengan mantap menjawab : "Iya ... dia anak yang cerdas."


Saya pun melanjutkan cerita ke empat ... 


® Anak ke 4 :  Dengan cekatan, dia mengambil kelapanya kemudian dia melihat ada seorang kakek yg tengah kepanasan dan berteduh di pinggir jalan. "Kek, ini ada kelapa jatuh, tadi saya menemukannya, kakek boleh meminum dan memakan buah kelapanya". Lalu saya bertanya : "apakah anak ini, anak yg cerdas?" Anak-anak  menjawab :"Iya ... dia anak yang  cerdas."


Anak-anak menyakini bahwa semua cerita di atas menunjukkan anak yg cerdas. Mereka jujur mengakui bahwa setiap anak memiliki "Kecerdas-unikan-nya".

Dan mereka ingin dihargai *"Kecerdas-unikan-nya"* tersebut.


Namun yang sering terjadi, di dunia kita, dunia para orang tua dan pendidik, menilai kecerdasan anak hanya dari satu sisi, yakni ? 


"Kecerdasan Anak Pertama, Kecerdasan Akademik", Lebih parahnya, kecerdasan yang dianggap oleh negara adalah kecerdasan anak pertama yang diukur dari nilai saat mengerjakan UN. 


Sedang ... 


"Kecerdasan Finansial" (anak no 2), "Kecerdasan Karakter" (anak no 3) dan "Kecerdasan Sosial" (anak no 4). Belum ada ruang yg diberikan Negara untuk mengakui kecerdasan mereka.


Anak Anda termasuk nomor berapa?


Saya jadi ingat, dulu sering kami jadikan olok-olokan saat SMA, antara anak IPA dan anak IPS, siapa yg sebenarnya cerdas? Bagaimana kira-kira perasaan buat anak IPS? Terkadang terasa diperlakukan jadi siswa yang terpinggirkan.... Duh menyedihkan...😥


Anak Anda semuanya adalah anak-anak yang cerdas dengan "Keunikan dan Kecerdasan-nya" masing-masing. Hargai dan jangan samakan dengan orang lain atau bahkan dengan diri Anda sendiri. 


Mari hargai kecerdasan anak kita masing-masing,  dan siapkan mereka dengan *4 kecerdasan*  _(Akademik, Finansial, Karakter, dan Sosial)_  sebagai pedoman di mana mereka akan mengarungi lautan hidup kelak. 


#Tiap_manusia lahir dengan kecerdasan dan keunikan masing-masing


Source https://web.facebook.com/zulkarnaen.a.muhammad.7

Kenapa Soekarno Dituduh Terlibat G30S PKI Oleh Orde Baru?


Yang akan digulingkan adalah Presiden Soekarno tapi kenapa justru malah Soekarno yang dituduh terlibat dalam G-30S PKI? inilah pertanyaan yang sering muncul.


Berikut ini kami hadirkan tulisan tentang beberapa sebab asal muasal munculnya alibi kenapa Bung Karno dijadikan tahanan rumah oleh Orde Baru. Tulisan ini hanya untuk memperkaya wawasan saja, bukan untuk menyudutkan sang Pahlawan Proklamator.


Beberapa alibi berikut ini juga sudah dibantah oleh para pembantu Soekarno.


Pertama, berdasarkan kesaksian salah satu korban G30S/PKI, yaitu Jenderal AH Nasution dalam buku berjudul: “Peristiwa 1 Oktober 1965, Kesaksian Jenderal Besar Dr. A.H. Nasution,” terbitan Narasi, halaman 29, ditemukan fakta bahwa Panglima Angkatan Udara Omar Dhani telah memberikan laporan kepada Soekarno pada tanggal 28 dan 29 September 1965 bahwa ada gerakan dari unsur-unsur perwira muda angkatan darat untuk menindak Dewan Jenderal. Namun Soekarno tidak melakukan apa-apa. Pengetahuan Omar Dhani mengenai akan berlangsungnya gerakan G30S/PKI ini diperkuat dengan wawancara Omar Dhani dengan tim penyusun buku putih TNI AU atau AURI berjudul Menyingkap Kabut Halim 1965, bahwa Omar Dhani sesungguhnya telah menerima informasi dari Letkol Udara Heroe Atmodjo akan ada gerakan menculik Dewan Jenderal dan membawa mereka menemui Soekarno (halaman 225-227). Hal ini juga diperkuat oleh buku pledoi Omar Dhani, berjudul Tuhan, Pergunakanlah Hati, Pikiran dan Tanganku, halaman 58:

“Secara serius dilaporkan bahwa akan ada gerakan di lingkungan Angkatan Darat. Gerakan itu akan menjemput para jenderal Angkatan Darat, termasuk anggota Dewan Jenderal, untuk dihadapkan langsung kepada Bung Karno…Gerakan ini akan dilakukan oleh para perwira muda yang mendapat dukungan dari bawahan serta para pegawai sipil…”


Informasi ada gerakan G30S/PKI yang diperoleh dari Heru Atmodjo, salah satu anggota gerakan‎ sengaja tidak dilaporkan Omar Dhani kepada Ahmad Yani, selaku panglima angkatan darat dan target G30S/PKI. Hal ini diakui Omar Dhani sendiri: “…oleh karena Heroe unsur pimpinan intel AURI, sebagai Panglima AURI sudah pasti saya harus percaya penuh kepadanya. Info tersebut tidak saya sampaikan kepada angkatan lain sebab ini merupakan urusan internal Angkatan Darat.”


(Julius Pour, Gerakan 30 September: Pelaku, Pahlawan & Petualang halaman 96).‎


Kedua, setelah peristiwa G30S/PKI, Soekarno terus menerus menolak menindak orang-orang yang nyata-nyata terlibat dalam G30S/PKI seperti Brigjend Soepardjo, DN Aidit, Omar Dhani dan lain-lain dengan alasan terbunuhnya enam jenderal, Ade Irma Suryani yang masih kecil dan korban lain adalah sekedar “Een rimpel in de oceaan van de revolusi,” atau ‎sekedar persoalan kecil seperti buih ombak di lautan luas. Sebaliknya Soekarno justru bertahan di Halim, yang menjadi markas G30S/PKI dan mengumpulkan pemimpin ABRI ke Halim. Bukan itu saja, tapi Soekarno ternyata memiliki informasi dengan jelas mengenai apa yang terjadi ketika para jenderal dibawa ke Lubang Buaya, seperti diutarakan oleh Brigjend Sucipto:


“Berkatalah Soekarno antara lain kepada Pak Cipto: ‘Cip, kekejaman-kekejaman PKI yang termuat dalam surat-surat kabar itu semuanya tidak benar. Tahukah kamu bahwa penembakan terhadap Jenderal Suprapto, cs adalah atas putusan dari semacam pengadilan rakyat di Lubang Buaya dan dilaksanakan dengan baik dan sopan. Para Jenderal sebelum ditembak matanya ditutup dahulu dengan kain, dan sebelum menembak para penembaknya minta maaf lebih dahulu karena terpaksa melakukan itu demi revolusi…


Mendengar cerita Bung Karno itu, dan mungkin karena terdorong emosinya, maka bagaikan seorang hakim bertanya kepada seorang tertuduh, segera Pak Cip menanya kepada Presiden, dari siapa beliau mendengar atau mengetahui, hal ini. Presiden mencoba mengelakan pertanyaan Mayjend Sucipto itu dengan mengatakan agar Pak Cip jangan begitu emosional…”


(Peristiwa 1 Oktober 1965, Kesaksian Jenderal Besar Dr. A.H. Nasution,” terbitan Narasi, halaman 67 – 69.)


Bukti lain bahwa anggota G30S/PKI melaporkan semua hal mengenai gerakan kepada Soekarno juga didapat dari pernyataan Kolonel Abdul Latief, pemimpin pasukan yang membunuh anak bungsu Jenderal AH Nasution:


“Saya selalu mentaati dan melaporkan segala sesuatu mengenai peristiwa tanggal 1 Oktober 1965 kepada Presiden.”


(Julius Pour, G30S, Fakta atau Rekayasa, penerbit Gramedia, halaman 261).‎


Pada faktanya, Soekarno sama sekali tidak sedih dengan peristiwa G30S/PKI dan hal ini semakin ditunjukan ketika dia tidak menghadiri permakaman korban G30S/PKI dan tingkahnya dalam tayangan TVRI pada hari meninggalnya Ade Irma Suryani tanggal 6 Oktober 1965 di mana Soekarno malah bergurau dengan wartawan, merokok, bersikap tenang dan tertawa terbahak-bahak seolah tidak terjadi apa-apa di Indonesia melukai hati rakyat (‎Surat Ratna Dewi Soekarno tanggal 6 Oktober 1965).


Ketiga, dari bahan-bahan pemeriksaan Tim Pemeriksa Pusat ditemukan kesaksian ajudan Soekarno bernama, Brigjend Sugandhi mengenai pembicaraannya dengan Sudisman, DN Aidit dan Soekarno pada tanggal 27 September 1965 dan 30 September 1965. Pembicaraan tersebut mengenai temuan Sugandhi mengenai gerakan di beberapa kampung yang membuat sumur dan bagaimana Sudisman mengajak Sugandhi bergabung dengan PKI. Selanjutnya DN Aidit berusaha menenangkan Sugandhi dengan mengatakan bahwa PKI tidak bermaksud coup melainkan sekedar memperbaiki kerusakan yang disebabkan Dewan Jenderal dan mengenai gerakan ini sudah diketahui semuanya oleh Soekarno. Ketika Sugandhi memberitahu Soekarno tentang PKI mau coup, Soekarno malah menjawab:


“Kamu (Sugandhi) jangan PKI-phobi (dengan nada marah)..kamu tahu Dewan Jenderal? Kamu hati-hati kalau ngomong…Wis, kowe ora campur, diam saja kamu. Kowe wis dicecoki Nasution ya?”


(Dokumen No. 5, Pernyataan Brigadir Jenderal H. Sugandhi dari Victor M. Fic, Kudeta 1 Oktober 1965, Sebuah Studi Tentang Konspirasi, Penerbit Buku Obor)

Pada dasarnya pihak angkatan darat dari awal sudah menyimpulkan bahwa tidak mungkin Soekarno tidak tahu rencana gerakan G30S/PKI. Ini seperti isakan tangis Mayjend Mursid ketika bertemu dan memeluk AH Nasution tanggal 3 Oktober 1965 dan mengatakan: “Bapak [Soekarno] mesti tahu…”

(‎AH Nasution, Jenderal Tanpa Pasukan, hal173).

Keempat, setelah D.N. Aidit dalam pelarian dan menjadi buronan, Soekarno justru berkomunikasi secara rahasia dengan D.N. Aidit melalui surat. Dengan melacak jalur surat tersebutlah akhirnya Angkatan Darat berhasil menemukan lokasi persembunyian D.N. Aidit. Salah satu surat DN Aidit kepada Soekarno tertanggal 6 Oktober 1965 mengkoroborasi pernyataan Brigjend Soegandhi bahwa Soekarno sudah tahu dan merestui G30S/PKI sekaligus membuktikan D.N. Aidit dan PKI adalah pemain pasif dalam G30S/PKI:


“Tanggal 30 September tengah malam saya diambil oleh orang yang berpakaian Tjakrabirawa…Di situ saya diberi tahu bahwa akan diadakan penangkapan terhadap anggota-anggota Dewan Jenderal. Tanggal 1 Oktober saya diberitahu bahwa tindakan terhadap Dewan Jenderal itu sudah berhasil. Saya bertanya, “Apakah sudah dilaporkan kepada PYM [Paduka Yang Mulia Soekarno]. Dijawab sudah dan beliau merestui.”

“Tanggal 1 Oktober saya diberitahu: Pak Aidit sekarang juga harus ke Jateng dengan plane yang sudah disediakan oleh Pangau [Panglima Angkatan Udara Omar Dhani]. Harap usahakan supaya Yogyakarta dapat dijadikan tempat pengungsian Presiden…”


(Dokumen No. 1, Surat Aidit kepada Presiden Soekarno tanggal 6 Oktober 1965, Victor M. Fic, ibid).


Pernyataan DN Aidit di atas diperkuat oleh pengakuan Mayor Bowo, dan Jenderal Mursyid.


Mayor Bowo adalah bekas ajudan Jaksa Agung Sutardio dan salah satu perwira binaan Biro Chusus PKI, yang turut hadir dalam pertemuan rahasia antara Soekarno dan orang-orang kepercayaannya di Istana Tampaksiring Bali tanggal 25 September 1965 di mana Soekarno menyatakan dia akan memiliki gawean besar. Menurut rencana dia akan memanggil Letjend Ahmad Yani di hadapan para Waperdam dan panglima angkatan lain pada tanggal 28 September 1965 di Istana Negara dengan tujuan menuntut pertanggung jawaban atas Dokumen Gilchrist, dan Dewan Jenderal. Selanjutnya Ahmad Yani akan dituduh sbg penghianat bangsa, diculik dan diajukan ke Mahkamah Militer bertempat di Kompleks PU Halim (Soegiarso Soerojo, ibid, halaman 360 – 361).


Sedangkan Mayjend Mursyid adalah salah satu deputi Ahmad Yani, yang pada tanggal 23 S‎eptember 1965 menemui Soekarno dan mengatakan bahwa benar ada sejumlah jenderal yang menentang kebijakan Soekarno: “Perintah Bung Karno kepada saya untuk mengecek kebenaran pati-pati AD yang tidak loyal pada Bapak telah saya kerjakan. Ternyata memang benar bahwa jenderal-jenderal yang Bapak sebutkan itu tidak menyetujui politik Bapak dan tidak setia pada Bapak.” (Antonie Dake, ibid, halaman 274).

Kelima, Dalam instruksi D.N. Aidit kepada seluruh CBD PKI tanggal 10 November 1965 terungkap bahwa terdapat perjanjian rahasia antara Soekarno dan Republik Rakyat China yang mengawali keterlibatan PKI dalam G30S/PKI. Perjanjian rahasia ini juga melibatkan Soebandrio dan pasca kegagalan G30S/PKI, ternyata Soekarno telah menghianati PKI. Akibat penghianatan tersebut, DN Aidit menyampaikan bahwa bila Soekarno dan Soebandrio terus menghianati PKI maka PKI akan mengumumkan perjanjian rahasia yang dibuat dengan Soekarno dan hal ini berarti lonceng kematian dan kehancuran bagi Soekarno dan Soebandrio.‎


(Instruksi-instruksi Tetap Central Comite Partai Komunis Indonesia tanggal 10 Nopember 1965, Victor M. Fic, ibid).


Keenam, Bambang Widjanarko, ajudan Soekarno pada saat G30S/PKI terjadi memberikan kesaksian di Teperpu bahwa setelah Soekarno sampai di Halim pada tanggal 1 Oktober 1965, dia menepuk-nepuk bahu Brigjend Soepardjo dan mengatakan: “Je hebt goed gedaan, Kenapa Nasution kok lolos?” (Anda telah melakukan dengan baik. Kenapa Nasution kok lolos?)


(Lihat lampiran berupa Berkas Acara Pemeriksaan atas nama Bambang Widjanarko di Antonie C.A. Dake, Sukarno File, Kronologi Suatu Keruntuhan)


Selain itu, menurut keterangan Bambang Supeno, Komandan Batalyon 530/Para, pasukan G30S/PKI, bahwa pada kesempatan lain setelah Soepardjo membuat laporan, Soekarno meluapkan kemarahan dan menampar Soepardjo seraya mengucapkan umpatan serta rasa kesalnya, “jenderal tai…mengapa kita bisa kalah?”


(Julius Pour, ibid, halaman 177).‎


Bambang Widjanarko juga bersaksi bahwa pada tanggal 23 September 1965, Soekarno memanggil Jenderal Saboer, Sunarjo dan Soedirgo untuk memberi perintah menindak jenderal-jenderal yang tidak loyal.


(Julius Pour, 103).‎

‎‎

Ketujuh, Di Mubes Teknik bertempat di Istora Senayan tanggal 30 September 1965, Bambang Widjanarko bersaksi menyerahkan kepada Soekarno sepucuk surat dari Letkol Untung yang dititipkan melalui Sogol Djauhari Abdul Muchid. Setelah itu Soekarno membaca surat tersebut di beranda luar, mengangguk-anggukan kepala dan masuk kembali ke tempat duduk. Peristiwa ini terjadi hanya satu jam sebelum Letkol Untung dan pasukan G30S/PKI melancarkan operasi mereka.

Keterangan Bambang Widjonarko bahwa Soekarno m‎enerima surat dari Letkol Untung dibenarkan oleh Mangil Martowidjojo, Komandan DKP Tjakrabirawa, pengawal pribadi Soekarno:


“…begitu menerima surat dari Sogol‎, Bapak memberi isyarat ingin ke belakang. Beliau segera saya antar, diiringi Pak Saelan dan Bambang Widjanarko. Di depan toilet suratnya dibuka. Sesudah selesai dibaca, langsung disimpan dalam saku baju pakaian seragam Panglima Tertinggi yang malam itu beliau pakai. Saat itu Untung memang hadir di Senayan. Bersama anak buahnya, mereka bertugas mengawal Presiden. Saya tidak pernah lupa, Kolonel Saelan malam itu marah kepada Untung karena salah satu pintu Istora tidak dijaga dengan tertib…”‎

Setelah itu Soekarno berpidato dan mengutip bagian dari Bagavad Gita pada bagian dialog Krishna kepada Arjuna supaya tidak ragu-ragu menjalankan tugas negara dan membunuh siapapun yang menjadi lawannya di medan perang sekalipun orang itu adalah saudaranya sendiri. Kutipan pidato dimaksud diambil dari buku Revolusi Belum Selesai, Kumpulan Pidato Presiden Soekarno 30 September 1965 – Pelengkap Nawaksara, halaman 44:


“Kresna memberi ingat kepadanya. Arjuna, engkau ini ksatria. Apa tugas ksatria? Tugas ksatria adalah berjuang. Tugas ksatria adalah bertempur kalau perlu. Tugas ksatria adalah menyelamatkan, mempertahankan tanah airnya. Ini adalah tugas ksatria. Ya benar, di sana itu engkau punya saudara sendiri, engkau punya tante sendiri, engkau punya guru sendiri ada di sana, tetapi jangan lupa tugasmu sebagai ksatria. Mereka hendak menggempur negara Pandawa, gempur mereka kembali. Itu adalah tugas ksatria. Kerjakan engkau punya kewajiban sebagai ksatria. Karmane, fadikaraste, mapalesyu, kadatyana. Kerjakan engkau punya kewajiban, tanpa menghitung-hitung untung atau rugi. Kewajibanmu kerjakan!”‎

Poin ketujuh ini dibantah oleh Maulwi saelan dalam bukunya Pengawal Terakhir Soekarno. Menyebutnya sebagai kesaksian palsu


Kedelapan: beberapa saksi yang diperiksa menyatakan bahwa pada tanggal 4 Agustus 1965, Letkol Untung dipanggil Soekarno ke tempat tidurnya dan disaksikan oleh Brigjend Sabur. Pada kesempatan itu, Soekarno menanyakan kepada Letkol Untung kesiapannya mengambil tindakan kepada Djenderal-djenderal yang tidak loyal. Letkol Untung menyanggupi. (Antonie Dake, ibid, halaman 413). Hal ini juga diungkap Bono alias Walujo, orang ketiga dalam Biro Chusus PKI‎. Bahwa setelah menghadap Soekarno itu, Untung segera bertemu Bono, yang mana kemudian Bono melaporkan kepada Sjam, dan Sjam kepada DN Aidit (Soegiarso Soerojo, Siapa Menabuh Angin Akan Menuai Badai, halaman 355).


Jenderal tidak loyal dimaksud adalah jenderal angkatan darat yang dituding sebagai Dewan Jenderal yang menurut rumor yang disebar oleh Soebandrio dan BPI, mau melakukan kudeta terhadap Soekarno:


“Soebandrio sangat aktif menyebarkan isyu Dewan Jenderal — sebuah isyu yang menurut pengakuan di kemudian hari, ia peroleh dari Kepala Staf BPI Brigjen Pol Sutarto…Isyu tersebut sejalan dengan penyebarluasan apa yang ia sebut sebagai Dokumen Gilchrist, di dalam mana disebuttkan adanya our local army friends…Tapi Ladislav Bittman, bekas Kepala Departemen Dinas Intelijen Cekoslovakia, menulis dalam The Deception Game bahwa pemerintahan Praha menjalin hubungan yang kuat dengan Soebandrio.”


(B. Wiwoho dan Banjar Chaeruddin, Memori Jenderal Yoga, penerbit PT Bina Rena Pariwara, halaman 192.)‎

Kesembilan, Hasil temuan intelijen Amerika, CIA, dalam sebuah dokumen rahasia yang sudah dilepas ke publik karena mendapat status declassified menyimpulkan bahwa dari hasil temuan intelijen ditemukan dalang besar G30S/PKI adalah Soekarno.


https://www.cia.gov/library/center-f…2a02p_0001.htm


Kesepuluh, penulis Dokumen Gilchrist yang dijadikan alasan pembenar bagi Soekarno mempercayai rumor Dewan Jenderal ketimbang ucapan Panglima Angkatan Darat Jenderal Ahmad Yani di Istana Tampak Siring, Bali, adalah penulis pidato resmi kepresidenan, yaitu Carmel Budiardjo.‎


http://www.kaskus.co.id/thread/549ca…asia-g30s-pki/‎


Carmel Budiardjo bernama asli Carmel Brickman, wanita Inggris, isteri Soewondo Budiardjo. Sebagai sesama aktivis mahasiswa komunis, keduanya bertemu di Praha, Cekoslovakia, kemudian menikah di sana tahun 1950. Dua tahun setelah pernikahan, pasangan Indonesia-Inggris tersebut pindah ke Indonesia, menetap di Jakarta.


Soewondo Budiardjo sebagai pengurus HSI (Himpunan Sardjana Indonesia), organisasi sarjana yang dikendalikan PKI, awal tahun 1968 ditahan dengan tuduhan dengan tuduhan terlibat Peristiwa 30 September. Carmel, yang pada masa itu bertugas di Deparlu sebagai penerjemah Soebandrio, beberapa waktu kemudian ikut ditahan, sebagaimana suaminya….Sesudah dibebaskan, Carmel menetap di London, dikenal menerbitkan buletin Tapol yang mengkritisi pemerintahan Presiden Soeharto. Soewondo Budiardjo sendiri pernah ditangkap Jenderal DI Panjaitan karena menyelundupkan senjata chung dari RRC di dalam bahan bangunan untuk pendirian gedung CONEFO.

(Julius Pour, Ibid, halaman 393).‎

Masih banyak bukti lain, misalnya, yang menyebar isu Dewan Jenderal ke publik untuk pertama kali adalah BPI pimpinan Soebandrio, seorang Soekarnis tulen. Demikian pula adalah Soebandrio yang mengaku memperoleh salinan Dokumen Gilchrist dan menyebarnya ke anggota delegasi Konferensi Asia Afrika di Aljazair dan kemudian dimuat oleh surat kabar Mesir, namun demikian untuk tulisan ini sepuluh saja sudah cukup.


Adapun mengenai motivasi Soekarno membunuh jenderalnya sendiri adalah karena pada dasarnya dia menganggap para jenderal angkatan darat itu tidak loyal. Indikasi tersebut didapat Soekarno dari doktrin baru angkatan darat yang dipelopori oleh Ahmad Yani dan Nasution mengenai “bahaya dari utara,” atau negara RRC yang menjadi bahaya utama Indonesia dan bukan Amerika Serikat membuat Soekarno murka karena doktrin tersebut berlawanan dengan garis politik Soekarno khususnya mengenai NEFOS, OLDEFOS dan NEKOLIM. Kemarahan Soekarno diungkap di depan umum dalam acara di Istana Tampak Siring, Bali, tanggal 6 Juni 1945, dengan mengatakan ada jenderal-jenderal pethak yang telah menentang dirinya.‎ Kemarahan itu kembali ditunjukan pada pidato kenegaraan tanggal 17 Agustus 1965 yang ditulis oleh Njoto dan Carmel Budiardjo, antara lain:


“Meski kamu jenderal pada masa perjuangan masa kemerdekaan, tetapi kalau hari ini kamu mengacau Nasakom, anti persatuan nasional, anti Nasakom, …pasti aku tendang keluar..”‎


Keraguan Soekarno terhadap loyalitas Ahmad Yani sudah mulai dirasakan Yani sejak pertengahan tahun 1963 ketika Yani menyampaikan hal tersebut kepada AH Nasution.


(‎Jenderal Tanpa Pasukan, Politisi Tanpa Partai. Perjalanan Hidup AH Nasution, halaman 141).


Ketakutan Soekarno mungkin semakin menjadi setelah Presiden Aljazair, Ben Bella digulingkan Kolonel Boumedienne, Panglima Angkatan Darat atas dukungan dari CIA, Dinas Rahasia Amerika Serikat pada 20 Juni1965.‎


Penulis : Elya Agustiati

Sudah dimuat sebelumnya dalam Blog: Elya Agustiati


copas dari https://militermeter.com/kenapa-soekarno-dituduh-terlibat-g30s-pki-oleh-orde-baru/


Aku, Kamu dan Juga Teman-teman Yang Lain (05)

Sahabat Sejati


Dalam FansPage IKASMANTIRA ini ada dari tahun angkatan berapa ?, saya yakin di sini ada kakak kelas ku, dan pastilah ada adek kelas ku, setelah kita menamatkan tahun terakhir kita di sekolah kebanggan kita itu, di tahun-tahun pertama mungkin kita semua melewatkan nya dengan normal, yang masih sekota masih bisa baku tatap muka, bertegur sapa, lalu tahun berganti tahun, beberapa teman saya yakin sudah mulai mencari sesuatu yang lebih untuk menyambut dunia yang lebih keras.


Dan masing-masing kita pun akhirnya berada di moment yang memang sudah di cita-citakan, atau mungkin saja nih beberapa teman sedang berada di suasana yang sama sekali tidak pernah di cita-citakan, seperti teman seangkatan ku tahun 1997 ada yang bercita-cita untuk jadi Ahli Kandungan tapi eeeh tak kesampaian, tapi sekarang dia sukses jadi seorang dokter papan atas, atau saya yang dulu bercita-cita salah satunya ingin belajar di PGTK IKIP tapi eeeh juga tak kesampaian, dan logikanya nih mungkin dari apa yang pernah kita cita-citakan itu ada yang tak tercapai, tapi sejatinya semua akhirnya berhasil menuntaskan cita-cita yang tak pernah terpikirkan oleh kita semasa kita menuntut ilmu di sekolah kebangaan kita , yaitu menjadi Ayah dan Ibu yang hebat, menjadi suami yang perkasa...auw, auw..hahaha..dan menjadi istri yang sholeha.


Lalu kita ber time skip ke 20 an tahun kemudian tepat di masa sekarang ini, era dengan segala keterbukaan informasi dan aneka media sosial yang katanya bisa mempermudah kita menjalin sebuah pertemanan yang tak terbatas, tanpa ada sekat pemisah  waktu dan tempat, dan beramailah masing-masing dari kita memiliki 1,2 bahkan sampai 100 akun media sosial dengan list pertemanan sampai ribuan orang.


Tapi soub...saya mau ajak berpikir teman2 sekalian, maukah jika kita menukar 5 ribuan  10 ribuan teman atau follower di media sosial kita dengan teman sebangku,  teman sekelas, teman sekolah, teman seangkatan, teman semasa awal-awal kita mengetahui kalau kopi rasanya pahit dan gula rasanya manis di kehidupan nyata di 20 an tahun yang lalu ?.


Kalau saya, saya tak akan menukar "dia yang tak bisa disebutkan namanya" disini (lord valdemord apa,.heheh), almarhum Hamdia, brader ku suharto, kahar. hamsil, alimuddin, ferry, irman, kabuto ubi kantofi, dhoni, gani, akbar (yang ku tak tau dimana rimbanya), lalu yang teman2 perempuan ku dulu yang saya kenal di 20 an tahun yang lalu. ada leni, purna, sang pemilik siluet indah, nur, dian, ramlah, saiba, budinem, emi, ade, siapa lagi itu, oh iya ada susi angreini, ada sheni (oh iya dia dari sma 1 raha, tapi saya kenal sejak kelas 1 smp di smp 2 raha dan ada juga di page ini) dan beberapa teman lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu/satu disini.


Saya tak akan menukar kalian dengan seseorang yang baru meng add saya di media sosial kemaren, tadi atau yang akan datang, tidak akan soub, tidak akan.


(tapi tunggu dulu, kalau di tukar uang, mungkin saya mau..hahaha, bercanda soub...yasalam)


Prinsip ku, ketika saya menapaki sebuah tangga kehidupan, kalian adalah anak tangga pertama itu.


Untuk "kamu" sahabat ku... yang tidak bisa saya sebutkan namamu disini, saya mengucapkan seribu kata maaf yang tak terkira, saya masih berharap semoga saya masih di kasih izin oleh Allah untuk dapat menatap wajah mu, walau pun itu untuk satu kali saja


Juga untuk teman2 yang lain, semoga Allah memberi izin untuk bisa mengatakan "apa kabar mu", tepat di depan wajah kalian yang mungkin sudah tak gagah lagi karena faktor usia, kecuali saya yang tetap selalu gagah..hahah, toh Irman, kahar


Ben, the two of us need look no more

We both found what we were looking for

With a friend to call my own

I'll never be alone

And you, my friend, will see

You've got a friend in me

(you've got a friend in me)


Mikhael Jakson


Salam,.


Zulham Efendi, Alumni SMA 3 Raha 3 IPS 1 angkatan 97


Mengenal Aglaonema Yang Lagi Viral

Mengenal Aglaonema Yang Lagi Viral

Lagi viral nih, orang sedang ramai-ramainya sama satu jenis tanaman hias, mulai dari mempergunjingkannya sampai membuktikannya dengan memelihara tanaman ini  dirumahnya, awalnya saya tak begitu tertarik, hingga saya akhirnya menjadi tertarik tatkala ada yang mengatakan kalau tanaman itu, punya harga yang sangat fantastis, bahkan harga nya bisa di tentukan dari jumlah daun yang terdapat pada tanaman hias tersebut, ndak tanggung-tanggung, harga dari tanaman ini bisa sampai 5 juta perlembar daunnya, jadi kalau tanaman hias ini punya 10 lembar daun, apa ndak auto naik umroh yang punya ?


Walaupun saya sempat mengatakan wow !!, tapi pada akhirnya saya tidak merasa heran, saya berpendapat harga yang fantastis tersebut biasa karena faktor lagi viral dan trending nya saja, sama dengan kayak era batu akik dulu, yang saking viralnya batu kerikil di pinggir jalan saja di bilang batu akik, tapi lihat sekarang, demam batu akik akhirnya sampai juga di titik kulminasinya.


Aglaonema namanya adalah salah satu tanaman dari jenis talas-talasan, mungkin karena kemiripan bentuk daunnya , yang memiliki klasifikasi ilmiyah sebagai berikut :


Kerajaan     : Plantae

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Liliopsida

Ordo : Alismatales


(Buset, nih tanaman pake bahasa kerajaan ma ordo, kek nonton film Lord Of The Rings saja)


Ini tanaman dulu tumbuh liar di belakang perpustakaan sekolah dulu, bahkan pernah nih .. jadi saksi bisu DIA nembak manja pada ku...coooba itu, aow, aow..hahah..liar artinya tak memiliki nilai, bahkan seingat saya dulu tanaman ini pernah kena fitnah sebagai tanaman beracun yang bisa bikin orang masuk liang lahat, walaupun sebenarnya memang iya beracun tapi fitnah memang lebih kejam dari membunuh, ndak sampai bikin masuk liar lahat lah .. dasar tukang hoax.


Tak tau apa nama pasti nya dulu, tapi seingat saya orang2 dulu sebutnya bunga daun telinga gajah, yah..walaupun sebenarnya bukan masuk kelas bunga, hemmm...sebagai seorang penikmat bunga level diehard, saya bisa murtad kalau menyebut tanaman hias yang satu ini sebagai bunga....pokoknya haram lah buat ku sebut tanaman tersebut sebagai bunga.


Aglaonema atau Sri Rezeki (orang-orang menyebutnya juga seperti itu) ini hanya mengandalkan daun sebagai titik hiasnya, mungkin di beberapa variantnya tanamaan ini memiliki bunga, tapi seingat saya kayaknya tidak ada, di beberapa jenisnya memang mereka memiliki bentuk variasi warna daun yang cukup sejuk juga kalau di pandang, yah walaupun tak sesejuk saat aku memandang KAMU yang punya senyum indah..heheh


Nah ..yang paling ektrem ada tuh yang di sebut JANBOL, alias Janda Bolong, masih dari jenis tanaman yang sama hanya saja punya bentuk khas yang miliki lubang2 di bagian tengah daunya, makanya disebut janda bolong, dan bicara soal harga, dari jenis janda bolong ini bisa sampai puluhan juta per lembar daunnya, hmmm .. yang cowok yang punya ini tanaman yang masih jomblo kayak saya, kalau ini tanaman di jual dan laku, lalu kalau mau melamar apa ndak malu kalau melamar gadis ya ?,...hahah


Apakah saya punya keinginan untuk memiliki tanaman ini, kayaknya ndak lah, level saya kan diehard bunga-bunga, dan menurut saya tanaman hias ini tidak masuk kelas bunga.


So..apakah teman2 sudah punya Aglaonema ?


Kau Yang Paling Ku Ingat

Senyummu Merekah di Balik Jendela Kelas

Kau yang paling ku ingat

Karena kau bukan lah gadis pendiam

Sedikit anggun mungkin..hehehe

Tapi Senyum manis mu indah, saat merekah

Riang pembawaan mu

Hati ini sejak saat itu mengagumi mu


Kau yang paling kuingat

Karena kau tak pernah neko-neko padaku

Wajah mu teduh khas dengan senyuman yang begitu indah

Tak ada yang menandingi mu, (saat itu)


Ku akui kadang aku menghayal

Bila nanti aku masih di kasih kesempatan untuk bertemu

Ingin ku lihat lagi, sekali lagi, senyuman mu yang indah itu

Bila nanti waktunya memang tiba

Tapi entahlah, tak tau aku


Kini yang tersisa hanya kenangan manis tentang mu

Tentang senyum mu yang indah 

Merekah di balik jendela kelas



Berburu Sunrise di Dego Dego Na Bira Bulukumba

Berburu Sunrise di Dego Dego Na Bira Bulukumba

Sunrise adalah salah satu fenomena alam dimana ketika matahari mulai menampakkan titik cahayanya menyinari permukaan bumi, mungkin ada pengertiannya yang lebih ilmiyah lagi, kalau pengertian yang barusan saya sebut tadi itu suka-suka saya saja..hehe

Nah, buat para traveler yang bukan kaleng-kaleng nih, khususnya yang tinggal atau domisili di SULSEL, wabil khusus lagi yang tinggal di Kabupaten Bulukumba, tak perlu jauh q kalau mau kejar sunrise, datang meki di salah spot yang paling menjanjikan yaitu di di kawasan pantai bira yang pasirnya putih itu.

Pokoknya hasrat mu tentang sunrise akan terpuaskan, nah kebetulan nih, karena sekarang lagi Covid, orang-orang lagi di suruh Work For Home (WFH), anda tak perlu repot buat ke lokasi yang saya sebutkan, coba anda tonton dulu tayangan video di chanel yang saya sertakan di postingan ini, paling tidak anda bisa dapat gambaran yang lebih detil jika kebetulan anda memang punya kesempatan ke lokasi yang saya maksudkan.

Dego Dego Na Bira terletak di Desa Darubiah, Kecamatan Bontobahari, Bulukumba, Sulawesi Selatan. lokasinya pas bangat karena menghadap ke arah matahari terbit, yah .. namanya juga lokasi buat berburu sunrise, harusnya sih begitu..heheh.

Mau menikmati keindahan sunrise (matahari terbit) yang anti maisntream, seperti yang di sebut di videonya, maka Dego Dego Na Bira  lah tempatnya.

Ok soub, tak perlu berlama, silahkan di cekidot videonya berikut ini


Oh ya seperti biasa yah gaes,...subscribe chanelnya dan bunyikan tanda lonceng, chanelnya keren kok, pokoknya tak rugilah kalau nonton disitu, daripada kalian subs chanel tak berguna yang hanya mempertontonkan kekayaan sedang kalian sendiri sedang melarat-melarat nya..hehehe

Salam