Salam Untuk DIA

Salam Untuk DIA

Aku menyelinap. 
Mundur ke ingatan tentang manis senyum bibir merahmu. 
Rekah seperti delima. 
Perpaduan apik dari hitam manis kulitmu dan ikal rambutmu. 
Kusut dalam rasa yang tak pernah kutanggapi bahkan tidak dari setengah hatiku

Tapi kalbu perawan sangat dalam. 
Tak sedikit rasa terpancar dari legam matamu. 
Namun aku berpaling dari kerlinganmu. 
Aku berhenti, kamu diam. 
Kita berpisah di purnama ketiga.

Sesal bukan soal resah akan hal yg salah. 
Kata maaf bukan lagi penawar daripada dendam dan luka. 
Mengingat tak lagi berarti pada rangkaian bisumu yg abadi.
Bilakah kau berpaling padaku? 
Bercengkrama denganmu adalah asaku. 
Meraup senyum manismu dan kubawa pulang. 
Tanya itu kulepas bersama doa. 
Tenanglah di sisiNya.

Bulukumba, hari ke 14 bulan ke 12 tahun 2018

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright 2018 My Chapter: Salam Untuk DIA Design By Bamz | Modified By Zulham Efendi | Privacy Policy|Disclaimer|Contact|About