Kita Hidup Hanya Untuk Sebuah Persaingan

Kita Hidup Hanya Untuk Sebuah Persaingan


Konotasinya kayak sedikit agak negatif didengar, skeptis,apatis,pragmatis dan is is lainnya,  dan saya agak lupa dimana tepatnya saya dapat penyataan seperti itu, dan saya rasa ada benarnya dan ada juga salahnya, benarnya adalah memang betul kalau kita terlahir didunia ini karena terbantukan oleh ide dari persaingan itu, kita ndak bicara konteks agama disini, karena jelas posisi manusia ada didunia ini hanya untuk menyembah dan beribadah kepada Allah SWT.

Dimulai dari persaingan pria untuk mendapatkan cinta seorang gadis, dia bersaing dengan mungkin beberapa perjaka  atau mungkin ada juga duda disitu yang juga mendambakan gadis itu (itu kalau dia gadis, kalau dia janda maka sebutannya dia bersaing untuk mendapatkan cinta dari janda tersebut), begitu pula sebaliknya, sang gadis mungkin bersaing dengan beberapa gadis, mungkin juga dengan beberapa janda untuk mendapatkan cinta dari pria idamannya, lalu setelahnya mereka menikah, terus mungkin kita berpikir ndak ada lagi persaingan disitu, yah jelas masih adalah, kita bersaing dengan jutaan sel sperma untuk mencapai tuba valopi berenang dengan bersusah payah mencapai sel indung telur, yang lalu lahir lah kita, lalu mungkin kita berpikir, sudah tak ada persaingan lagi disitu, saya bilang masih ada soub, kita bersaing dengan siang dan malam, bersaing dengan waktu bersaing dengan aneka bentuk kehidupan dan karakter manusia lainnya, hingga akhirnya menjadikan kita manusia yang berguna untuk semua.

Kalau kita ndak ganteng kita ndak dapat istri yang cantik, kalau kita ndak cantik ndak dapat suami yang ganteng, kalau kita ndak pintar kita ndak naik kelas, ndak dapat pekerjaan dan seterusnya, hingga akhirnya kita hidup untuk sebuah perlombaan.

" Saya sedikit cerita tentang anak ku yang pembagian rapornya kemaren tidak mendapat rangking, tapi nilainya tidak jelek2 amat, ada raut rasa sedih disitu, takut kena marah saya dan Umminya, tapi saya bilang begini "nak....ayah mu ini sejak dulu ndak mempersoalkan kamu dapat rangking atau tidak wong ayah dulu 3 tahun di sma belajarnya cuma 1.5 tahun, dan itu tidak penting nak sepanjang ilmu yang kamu dapatkan di sekolah bisa kamu terapkan dalam kehidupan mu itu sudah sangat luar biasa, ayah kasih contoh,..kamu belanja di warung, harga barang 1500, lalu kamu bayar pakai uang 5000, kira2 berapa kamu dapat kembalian, 3500 kan,...nah begitu bentuk sederhana dari ilmu yang diterapkan, ndak perlu kamu harus mendapat rangking, toh rangking itu tidak akan menjamin kamu akan menjadi orang yang berhasil, dan itu sudah banyak yang ayah saksikan"....dapat rangking bagus, ndak dapat rangking jangan sedih... "

Yang mau saya bilang, cobalah sekali-kali kita hidup bukan berdasarkan dari sebuah persaingan, enteng dirasa, yah ...secara diriku saya sendiri ndak tau bagaimana bentuk prakteknya,karena apa yang harus saya persaingkan,...tapi begini, yang mau saya bilang mari kita merubah mindset berpikir kita, terutama dalam urusan pendidikan anak2,...haruskan anak2 sekolah di paksa mengejar apa yang akan di tulis diatas kertas putih rapornya ?, kalau saya jadi menteri pendidikan saya akan bilang ndak perlu seperti itu, makanya secara teori kasarnya saya mendukung upaya menteri pendidikan yang baru untuk menghapus sistem uan itu.

Lalu dimana letak salahnya,...

Salahnya adalah jika kita menganggap persaingan itu ndak baik dan harus di hilangkan, 

Begini kawan..

Saya pernah baca kisah sahabat tentang bagaimana mereka berlomba-lomba dalam mengejar pahala ibadah, saking semangatnya ada yang sampai beritizam untuk tidak mau menikah maunya ibadah saja terus, tidak mau berbuka dalam puasanya, lalu ada juga yang maunya tidak mau berhenti shalat, walaupun pada akhirnya salah tapi maksudnya ndak salah, kita berlomba-lomba untuk mengejar pahala ibadah karena kita ndak tau berat timbangan amal kita kelak.

Pointnya adalah, marilah kita tempatkan persaingan itu pada tempatnya seperti kita menempatkan rasa keadilan itu juga di tempatnya (baca :Tempatkan Rasa Keadilan Di Tempat Yang Selayaknya)

Salam

Curhat Medsos

Untuk Mu yang Selalu CURHAT di Medsos


Begini soub, saya mau cerita lagi nih, tolong dibaca pelan2 lah, sambil serumput kopi hangat atau teh hangat, kalau ndak bisa serumput dua rumput lah...

beberapa pekan ini saya berpikir keras, betapa perilaku kita dalam bermedia sosial dalam artian mencari teman atau menambah teman itu memiliki perbedaan yang sanga mencolok antara beberapa platform media sosial, di twitter misalnya..di twitter punya semacam filterisasi mana yang harus ditambah atau tidak, bukan aplikasinya yang memfilter tapi penggunanya,..bayangkan saja, saya bikin aku twitter sejak 2 tahun yang lalu, berapa teman twitter yang saya dapatkan itu cuma 500 orang, itupun pake acara merengek-rengek segala, follback dong kaka, sudah di follow nih mana follbacknya dan rengekan lainnya...bidji kan...

di twitter, jumlah huruf itu hanya sampai 120 huruf, yang menjadikan orang2nya disana sangat hati2 dalam memilih suku kata, ibaratnya singkat padat berisi, sedang di facebook kita mau koar2 sampai tuts pc dan hp terlepas atau terhapus pun bisa,..maka tidak heran di twitter itu lebih banyak orang2 yang ndak skeptis dalam berpikir, tapi banyak juga yang dungu disana..hahah dan di twitter kadang menjadi acuan dalam menilai komentar seseorang atau pejabat yang memiliki akun di medsos itu.

di facebook orang begitu gampang mengkonfirmasi permintaan pertemanan walaupun sebenarnya orang tersebut tidak di kenal secara pribadi, asal ada tombol tambah teman sudah langsung di add, tidak lama notifikasi konfirmasi pertemanan pun berbunyi..ping...di twitter walau sudah di follow terus rengek2 minta di follback, sampai berbusa mulut belum tentu juga di follow, terus kalau sudah begitu maka pakai acara unfollow lah, istilahnya 1 follow you follow me, no follow maka unfoll.

di instagram ndak jauh persis dengan twitter, walapun instagram masih satu rumpun dengan facebook.

di yutub malah lebih sadis lagi, kalau kamu tidak bisa menyajikan konten yang di suka dan di cari atau  chanel yutub mu tidak menyajikan apa yang diinginkan orang, jangan harap dapat subscriber.

Perilaku orang dalam bermedsos pun sudah berubah jauh, dulu awal2 medsos kayak facebook muncul, orang2 menggunakannya hanya untuk sekedar menyapa teman di dunia maya, berbagai informasi, setelahnya jadian deh...hahaha..

Sekarang orang2 menjadikan platform medsos sebagai ajang untuk berdagang secara online, online shoop lah seperti itu istilahnya, saya sih ndak heran...karena prinsip dasar orang berjualan secara online adalah membangun jaringan, sebanyak jaringan terbentuk semakin besar peluang untuk mendapatkan hasil.

bersambung...

The Flu (2013)

REKOMENDASI FILM TENTANG SERANGAN VIRUS YANG MEMATIKAN


Jauh sebelum wabah virus corona yang lagi menghebohkan dunia ini, sebenarnya penggambarannya sudah ada lewat film2, bahkan bukan saja kasus terbaru itu, sebelum virus corona pun sudah banyak kasus epidemi virus dalam skala besar, misalnya sars, flu burung, flu babi, antrax dan lain sebagainya, tapi kalau saya pribadi kasus terbaru ini yang betul2 menarik perhatian, apalagi dasar virusnya dari china yang notabene adalah salah satu negara yang terlalu angkuh, sombong dan merasa digdaya, ikut juga tuh kelakuan personal warga negaranya yang tidak merasa kalau mereka adalah manusia, jadi rasanya komplit memang..

Beberapa film lawas sudah memberikan gambaran ke kita tentang kejadian seperti yang terjadi di china, walaupun mungkin tidak sama persis, seperti film resident evil, word war z (yang sebentar lagi akan di garap sekuelnya), lalu ada juga film i am legend yang aktornya itu papa will smith, di kawasan asia, ada juga train to busan, lalu film rampant film asal korea, lalu masih dari korea nih film yang mungkin nyaris mendekati dengan apa yang terjadi di wuhan sana, The Flu (2013), dirilis beberapa tahun yang lalu, entah kenapa kok tetiba di beberapa situs sedot film grentongan muncul nih film, padahal sudah lewat beberapa tahun yang lalu, apa karena wabah virus yang menghebohkan itu.

Jadi gini soub, nonton film itu tidak sekedar hanya melihat aktornya yang ganteng, salah soub kalau seperti itu, ndak perlu jauh2 kalau mau cari yang ganteng, ada saya kok disini...hahaha. atau misalnya cuman sekedar menyaksikan akting dari pemeran utamanya, ndak kayak gitulah, menonton film itu termasuk menikmati nilai2 yang sedang ditangkan dari film itu, mengasah kemampuan nalar kita untuk bisa melihat alur cerita dan plot yang disajikan.

Dan menonton film ndak seperti menonton sinteron GGS (Ganteng-ganteng rantaSa), atau sintetron indosiar yang judulnya bikin pusing 7 keliling "Anakku Menjadi Anak Mantan Istri Suamiku", atau yang judulnya "Aku Menikahi Mantan Suami Kakakku". Menonton film itu harus dengan nalar biar plotnya terasa,...terus ada yang bilang..ah nonton sinetron juga pakai nalar kok, buktinya pung daang (istri penjaga malam di pabrik), kalau nonton sinetron pakai menangis-menangis juga,pakai teriak2 juga, berarti dia menghayati juga kan..saya bilang itu bukan nalar tapi settres...wkwkkw.

Ok brader,..silahkan mampir di situs2 sedot film grentongan kalau ingin lihat lebih detil tentang film ini.

Salam

Tempatkanlah Rasa Keadilan Di Tempat Yang Selayaknya

Tempatkanlah Rasa Keadilan Di Tempat Yang Selayaknya

Dunia itu penuh dengan rasa ketidak adilan, saban hari kadang kita mengeluh, kok ini ndak adil, sebagian orang pintar tarik subsidi terus, sebagiannya lagi ada yang kurang gizi, lalu kita semua teriak dimana rasa ketidak adilan, terus ketika seorang pencuri ayam di vonis 5 tahun "", berapa sih harga ayam, bagaimana dengan koruptor yang malingnya yang duitnya bisa ndak habis 10 turunannya cuman dapat vonis setahun, 2 tahun lalu remisi ini, remisi itu, belum kelar 2 tahun dah senang2 lagi di rumahnya, dan sekali lagi kita teriak dengan teriakan yang sama

Lalu soal kebijakan-kebijakan yang juga tidak pro pada rakyat kecil, lalu di saat yang sama mereka yang seharusnya tidak layak dapat subsidi malah dapat subsidi, seperti subsidi untuk penguasa kelapa sawit di kalimantan sana.

Dan sekali lagi kita teriak dimana rasa keadilan itu.

Dan kalian tahu ndak kenapa patung dewi keadilan itu di tutup, itu merupakan simbol bahwa keadilan itu tidak mengenal siapa kamu, ada apa dengan kamu, bagaimana status mu, apa jabatan mu, kalau kamu salah walaupun kamu adalah seorang pejabat maka kamu dapat vonis salah , kalau kamu benar walaupun kamu hanya seorang rakyat jelata maka kamu dapat pembenaran.

Kadang saya berpikir, menyesal saya membuat akun media sosial, karena di akun ini dan juga akun2 media sosial lainnya yang saya miliki saya melihat bentuk dan rasa ketidakadilan itu lewat tayangan2 berita yang di share oleh teman2...dan ingin saya menutup semua akun2 media sosial ku, agar saya tidak terkotomi oleh virus-virus ketidak adilan. tapi rasanya susah juga, soalnya dengan akun medsos ini saya bisa memanggil mu SENJA...hahahah.

Dan cerita nya fix ni yah,..bahwa semua butuh rasa keadilan.

Tapi gini soub, sekalipun demikian pada akhirnya kita juga akan sepakat bahwa ternyata tidak semua butuh diterapkan rasa keadilan itu...

Barusan saya nonton beberapa iklan di tv, iklan pasta gigi, video iklannya pasta gigi itu sedang di praktekan oleh model bagaimana cara pakainya, di tunjukkan juga kalau hasilnya itu gigi bikin kinclong, lalu iklan deodorant, sama dengan iklan pasta gigi itu, kontennya seorang wanita lagi gosok2 keteknya pake deo itu, dan keteknya kelihatan tuh tidak burket dan belang2 lagi yang sesuai dengan promonya, deodorant yang bikin ketek kinclong bling-bling kata iklannya, tapi soub, bagaimana dengan iklan pembalut, yang cuma di tunjukan modelnya doang sama pict produknya, ndak ada acara bagaimana cara di pakai, juga bentuk hasilnya yang katanya bikin si ****** itu jadi ini, jadi itu, taunya modelnya sudah guling2 bebas di kasur yang empuk sembari bilang AKU BEBAS SEHARIAN INI, apaan tuh....ndak adilkan, yang lain di tunjukan kok dia tidak,....atau kata teman saya yang lebih ektrim lagi protesnya....soal iklan celana dalam wanita,....apa yang mau dipakaikan hingga produk yang sudah terpakai ndak di tunjukan, yang ada si model sudah pakai celana panjang atau rok atau apa sambil berputar-putar gembira, sambil teriak...ough yeah ough mae gat...tapi kayaknya teman saya ini lagi halu deh, perasaan ndak ada tuh iklan celana dalam di tv nasional...wkwkwkwk..

Coooba itu...

Berani nggak kita minta keadilan untuk 2 jenis iklan itu, kalau kamu ngotot pengin rasa keadilan disitu siap2 deh kamu kena tampol...

jadi mungkin intinya begini, tempatkan lah rasa keadilan itu pada tempat yang memang sudah selayaknya untuk ditempatkan.

Melati

Melati
Bernama latin Jasminum Sambac, adalah salah satu tanaman yang tergolong ke dalam perdu (kelompok pohon yang mempunyai tinggi di bawah 6 meter). Melati mempunyai bentuk batang yang tegak dan dapat tumbuh menahun dengan cara merambat. Tergolong ke dalam family zaitun (Oleaceae).

Melati hampir tersebra di seluruh negara yang ada di dunia termasuk itu juga Indonesia (kecuali mungkin di Wakanda,..heheh), tanaman ini tidak butuh jenis atau media tanam khusus, bahkan bisa tumbuh di pinggir2 jalan, tapi soub..jangan sekali-kali bilang kalau tanaman ini bunga murahan,..gelut kita itu....

Ada yang pernah nonton serial Band Of Brother episode Carentan, di salah satu scenenya di perlihat bagaimana tentara2 jerman menyematkan sekuntum melati di dada kanan mereka, dan ini bukan sembarang di lakukan melainkan oleh mereka yang benar2 memiliki jiwa kepahlawanan tingkat tinggi, dan benar saja, di negeri kita tercinta ini Melati adalah simbol Puspa Bangsa, karena perwajahan dari  kemurnian dan kesucian jiwa.

Hampir sama dengan mawar, melati ini termasuk tumbuhan tropis, dapat tumbuh dimana dan kapan saja, di setiap rumah hampir pasti ada tanaman ini, selain wanginya yang khas konon wangi dari melati ini bisa bikin serangga nyamuk ndak betah lama-lama tinggal, bisa jadi obat anti nyamuk herbal juga.

Melati familiar di acara nikahan, potongan-potongan kembang ini banyak di gunakan sebagai ornamen pernikahan, terutama yang menikah dengan adat jawa, pasti tuh ada untaian melati, mulai dari bagian kepala sampai ke bawahan busana pengantin.

Berikut beberapa manfaat dai bunga melati.

Yang pertama, bikin segar perasaan, soalnya wanginya yang harum bisa jadi aroma terapi buat yang settres, saya sendiri kalau lagi penat, sempatkan diri buat mendekat ke tumbuhan ini dan merasakan aromanya yang khas.

Yang kedua bisa di buat aroma teh, saya ndak tau persis bagaimana prosesnya, apa bunganya yang langsung di ambil atau bagaimana, tapi banyak tuh jenis teh yang beraroma melati, coba sesekali makan dengan minumnya teh melati, apalagi yang dingin....ueeenak....

Yang ketiga, masih saya pikirkan...hahaha

Ok gaes....selamat sore menjelang malam semua...

Salam

Mawar Hitam Tak Mekar-Mekar



Ada 3 unsur kata dari kalimat diatas, Mawar, Hitam dan tak mekar, masing2 3 unsur kata itu memiliki korelasi yang tak saling berkaitan, korelasi itu apa ya ?,...tau ah,..saya cuma nulis saja..hehehe...

Gini soub saya jelaskan

Mawar, adalah sebuah kata untuk nama bunga, semua pasti taukan bunga yang bernama mawar itu, bunga yang selalu di indentikan dengan keharmonisan hidup, keindahan, kesucian, kesetian, rasa manis dan semua apa yang menjadi sebutannya, dan jika di ibaratkan ke seseorang maka Mawar itu adalah seorang yang memiliki sifat lemah lembut, setia, penuh cinta kasih, ramah supel dalam bergaul, sopan dalam tutur kata dan tindakannya, tidak pandai berbohong, selalu apa adanya bukan ada apanya, kalau kita bahasakan secara syari mawar itu adalah sosok yang miliki sifat qonaah, amanah, penuh rasa mahabbah, dan lain2...intinya sosok yang diibaratkan dengan Mawar ini adalah sosok yang sangat ideal untuk ditemani, jika itu adalah wanita maka dia adalah sosok yang patut untuk di jadikan istri, teman bercakap, teman curhat dan sebagainya, dan jika Mawar ini di ibaratkan ke penjual cocoknya jadi tempat utang...hahahahahaha, kan kalau di utang nggak galak kalau menagih, kalau di ibaratkan ke laki2 kira2 dia jadinya pria kaleng2....hahaha

Hitam....nama untuk sebuah warna, tentu saja kita tau kalau warna itu tidak identik dengan keindahan, kalau pun ada mungkin di paksakan, pengibaratannya lebih pada sebuah rasa yang penuh dengan kesuraman, keseraman, bahkan warna hitam ini zaman wiro sableng dulu adalah sebuah aliran persilatan yang sangat kejam dan sadis..hehe.

tapi jangan salah soub, saya ndak mengartikan dengan sesuatu yang buruk, hitam disini adalah sebuah sifat keras, pantang menyerah, kuat dalam memegang prinsip, petarung hidup dan kehidupan...saya sendiri suka sama warna hitam ini, selain beberapa warna lainnya, jika di ibaratkan ke seseorang maka warna hitam ini dihindari jika dia tukang kredit,..nagihnya bakal galak tuh,..deep kolektor lah..hahahaha.

Tak Mekar2, berarti tak tumbuh, cita2 yang tak terwujud, keinginan yang tak kesampaian, harapan yang di luar ekspetasi, penyelasan yang mendalam dan lain sebagainya...saya pribadi mengibaratkan Tak Mekar itu adalah seseorang yang miliki cita2 tapi tak kesampaian....

kekira seperti itu soub...

Mungkin ada yang tanya kok ndak sama dengan pictnya,...gini sobat...dalam bahasa Indonesia kita taukan ada istilah majas, majas itu adalah sebuah gaya bahasa, nah mawar tak mekar sedang pictnya mawar mekar adalah sebuah majas, contoh lain adalah puisi karya bung Khairul Anwar yang berjudul :Aku Ini Binatang Jalal", jangan di artikan lurus lah,..berkelahi orang kalau di artikan lurus....kalimat itu penuh makna dan gaya bahasa, orang sastra pasti bisa jelaskan.

Salam

Bulukumba Hari ke 12 Bulan ke 1 tahun ke 2020
 

Copyright 2018 My Chapter: Januari 2020 Design By Bamz | Modified By Zulham Efendi | Privacy Policy|Disclaimer|Contact|About