Kenangan di Peti Kayu




Waktu membilang. Melangkah panjang-panjang. 
Tetiba kita pada dua puluh satu. 
Seperti gemulai remaja-dewasa mulai nampak. 
Pun gejolak pertalian kita.

Ingin kupatah jarak. 
Cengkrama di beranda membagi kisah akan kita simpan dalam peti kayu yang makin tua.

Duh, pelita kecil mengerlip dipermainkan sepoi-sepoi. 
Ada kegembiraan yg kau bawa bersama. 
Tidakkah kau tau, menikmati waktu yg ditunggu berdua sangat membahagiakan daripada larut dlm kerlipanmu sendiri. 
Kita menyaksikan burung gereja bersenda. 
Pun kita menuliskan ingatan. 
Apakah itu tersimpan dlm peti kayumu?

Kamu, gadis. Pelengkap kekariban ini. 
Diam dan lembut mengundang tanya. 
Tapi tidak denganku. 
Maukah mengajari gelombang hertz dari galaksi yg selalu kita dengarkan?

Bukan tanpa alasan kita dipertemukan kembali  dlm forum tanpa tatap muka ini. 
Karib, waktu yg pernah terbuang jangan pernah terulang. 
Bagi ceritamu, senang atau susah. 
Kita simpan dlm peti kayu yg makin tua, tp tdk dengan pertalian kita.

source pict copas internet

1 komentar:

 

Copyright 2018 My Chapter: Kenangan di Peti Kayu Design By Bamz | Modified By Zulham Efendi | Privacy Policy|Disclaimer|Contact|About